|
Judul
|
Analisis
penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 menggunakan gap analysis tools
pada PT. Sahabat Rubber Industries, Malang.
|
|
Jurnal
|
Rekayasa
dan Manajemen Sistem Industri
|
|
Volume & Halaman
|
Vol.
3 No. 1, Hal. 12-21
|
|
Tahun
|
-
|
|
Penulis
|
1.
Aditya Twin Prakasa
2.
Nasir Widha Setyanto
3. L. Tri Wijaya
Nata Kusuma
|
|
Reviewer
|
Sutrisno
(3D414097)
|
|
Tanggal
|
15
Oktober 2017
|
|
Tujuan Penelitian
|
Menganalisis tingkat penerapan sistem manajemen
mutu pada perusahaan dengan menggunakan metode gap analysis tools
|
|
Subjek Penelitian
|
Pihak-pihak
di perusahaan yang memiliki kompetensi dengan penelitian yang dilakukan dan sistem
kendali mutu.
|
|
Metode penelitian
|
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.
Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan sesuatu keadaan yang terjadi
pada saat sekarang. Metode deskriptif juga merupakan suatu studi untuk
melakukan perbaikan terhadap kondisi saat ini yang dirasa perlu untuk
dilakukan perbaikan.
|
|
Alasan dilakukan penelitian ini
|
Terdapat
banyak Kendala dalam penerapan ISO 9001:2008 di PT. Sahabat Rubber Industries.
|
|
Variabel Dependen
|
Variabel
dependen dari penelitian ini adalah penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008
dan sistem kendali mutu yang belum dijalankan dengan baik.
|
|
Variabel Independen
|
Variabel
independen dari penelitian ini adalah kurangnya kontrol dari manajemen
representative dan keterbatasan peralatan, sehingga kendala-kendala seperti
kurangnya komitmen manajemen, kurangnya sosialisasi penerapan sistem
manajemen mutu, kurangnya ketelitian dalam perbaikan dokumen, dan kurangnya
komunikasi antar departemen maupun karyawan.
|
|
Hasil penelitian
|
Dari
hasil analisis gap analysis checklist
dapat disimpulkan bahwa pelaksanaaan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 di
perusahaan belum baik. Dari perhitungan presentase yang telah dilakukan dapat
dilihat bahwa range penerapan berada pada kisaran 66%-92%. Kendala yang
dihadapi perusahaan dalam menjalankan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 ini
pada klausal 4 adalah kurangnya kontrol MR dan keterbatasan peralatan,
klausal 5 adalah kurangnya komitmen manajemen, kurangnya sosialisasi
penerapan sistem manajemen mutu, kurangnya ketelitian dalam perbaikan dokumen
dan kurangnya komunikasi antar departemen maupun karyawan, klausal 6 adalah keterbatasan
waktu dan kurangnya pemahaman karyawan dalam melakukan penilaian kompetensi
karyawan serta keterbatasan peralatan, klausal 7 adalah koordinasi antar sub
departemen buruk, kurangnya pemahaman, keterbatasan waktu dan kurangnya
ketelitian dan klausal 8 adalah kurangnya kontrol dari MR, kurangnya
pemahaman dan belum dibentuknya tim audit internal perusahaan.
|
|
Kelebihan
|
Kelebihan
dalam penelitian ini adalah penelitian ini menggunakan metode deskriptif
sehingga pada penelitian dijelaskan apa saja kendala-kendala yang ada pada
perusahaan dan bagaimana cara penyelesaian atau perbaikan yang harus
dilakukan oleh perusahaan tersebut.
|
|
Kekurangan
|
Kekurangan
penelitian ini adalah salah satu teknik pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara, sehingga dalam prosesnya membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.
|
Komentar
Posting Komentar